Kabupaten Luwu Timur

Prokontra Proyek Speedometer Matompi Luwu Timur Masih Berlanjut

208

LUWU TIMUR — Proyek pengadaan speedometer di Desa Matompi, Kabupaten Luwu Tumur masih terus menjadi pertanyaan.

Aktivis dari kalangan pemuda di Kecamatan Towuti masih mengklaim jika speedometer PDAM bermasalah.

Salah satu aktivis di Towuti menuturkan keprihatinannya mengenai pelaksanaan speedometer, dinilai jauh dari hasil pelaksanaannya. Bahkan dirinya meminta transparansi penggunaan anggaran.

“Saya melihat dan menilai pelaksanaan proyek speedometer ini perlu diperiksa lebih jauh. Anggaran ini setahu saya sampai 800 juta rupiah dan harus semua mekanisme, baik pelaksanaan maupun RABnya.

Prokontra Proyek Speedometer Matompi Luwu Timur Masih Berlanjut 1

Pertama saya ingin mengkritik pemasangan yang beberapa dipasang berdempetan. Kedua, kenapa tidak dipasangi beton dibawahnya’ bisa-bisa speedometer ini cepat rusak”, ujar pemuda di Towuti (28/3/2020).

Saat penelusuran awak media diketahui anggaran speedometer sebesar Rp 800 juta yang diperuntukkan untuk Desa Pekaloa dan Timampu, tetapi adanya kendala’ maka proyek dialihkan ke Desa Pekaloa.

Salah satu pejabat PUPR Kabupaten Luwu Timur, Hery beberapa waktu lalu dikonfirmasi membenarkan bahwa proyek speedometer telah dialihkan karena tidak disetujui oleh Pemdes yang akan menerima program tersebut.

“Mengenai proyek speedometer memang dialihkan karena miss komunikasi dengan Pemdes. Kami punya berita acaranya”, jelas Hery saat dikonfirmasi di Makassar.

Menurutnya, kendala ada pada perijinan Pemdes dan titik pemasangan. Rencananya, proyek speedometer pada 2020 akan diselesaikan sisa anggaran yang tersedia.

“Tahun 2019 itu sudah ada terpasang sesuai anggarannya, dan akan kita lanjutkan pada 2020 ini. Saya juga sudah meminta kepada kontraktor agar melaksanakan pekerjaan sesuai RABnya”, tambah Hery.

Pelaksana proyek speedometer saat dikonfirmasi via selular mengklaim telah melaksanakan pekerjaan sesuai perintah.

“Kami sudah melaksanakan sesuai petunjuk tekhnis, bahkan saya melibatkan orang Pemdes untuk titik pemasangan. Mengenai beton dibawah speedometer memang tidak ada dalam RAB”, tegas pelaksana proyek.

Meski begitu, Aktivis pemuda Towuti dari kalangan mahasiswa meminta kepada kejaksaan dan DPRD untuk memantau hasil proyek speedometer. “Kami kan sudah pernah demo tertang ini proyek speedometer, dan meminta kapada penegak hukum untuk memeriksa kembali proyek anggaran proyek Rp 800 juta ini”, tegasnya. (Albar)

Komentar

loading...