Sulawesi Selatan

Rokok Tak Resmi di Sulsel Rusak Pajak dan Kesehatan

250

MAKASSAR — Pesatnya kenaikan cukai rokok  ternyata menjadi persaingan tersendiri dikalangan pengusaha rokok tak resmi.

Beraneka ragam rokok yang dipastikan tak resmi, dengan tidak menggunakan pita cukai peruntukannya dapat dipastikan menyebabkan kerugian negara disektor pajak.

Investigasi awak media dilokasi menemukan beberapa pelanggaran rokok tak resmi ini. Diantaranya mengurangi jumlah cukai sampai pada perangko bukan peruntukannya.

Menilik peredaran rokok tak resmi, informasi yang dihimpun terdapat produk dari jawa dan dari perusahaan rokok lokas

Beberapa rokok yang disinyalir dari luar sulsel, yakni Gess dan Mantab Bold, sementara rokok tak resmi dari lokal yakni Metro dan 423.

Saat penelusuran di bulan Februari 2020. rokok yang dinilai tak resmi dijual dengan harga sekitar Rp.8.000 hingga Rp.10.000 rupiah.

Untuk pemasarannya sendiri, oknum distributor banyak menjual di toko-toko grosir di pusat perbelanjaan kecamatan untuk disalurkan kepada pedagang eceran di desa-desa terpencil.

Sementara untuk keuntungan dapat bervariasi, mulai Rp3.000 hingga Rp10.000 untuk slop atau 10 bungkus. Sementara ditempat pengecer keuntungan bisa mencapai Rp1.500 perbungkusnya.

Ini menjadi tugas khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi, khususnya bagian penyidik dan penindakan (P2). Dimana, peredaran rokok tak resmi di Sulawesi Selatan terpantau masih banyak beredar.

Selain merugikan sektor pajak, rokok tidak resmi juga lebih dapat membahayakan kesehatan lantaran tar dan nikotin tidak melalui pengujian kesehatan yang tidak sesuai dengan kemasan. (Albar)

Komentar

loading...