Kabupaten Gowa

Tolak Pemakaman Korban Virus Corona, 5 Warga Gowa Diamankan Polisi

202

Aksi penolakan warga atas pemakaman terhadap jenazah korban Virus Corona

GOWA — Saat akan dilakukannya pemakaman korban yang diduga terjangkit virus Corona dilahan milik Pemprov Sulsel, jajaran Polres Gowa, Kodim 1409 dan Satpol PP mengamankan 5 orang warga, Kamis (2/4/2020).

Pengamanan dilakukan, terkait adanya penolakan warga atas pemakaman terhadap jenazah di Jalan Teratai Indah Macanda, Kelurahan Romang Polong Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Untuk diketahui, bahwa penentuan lokasi pemakaman terhadap korban dari Virus Corona COVID-19 di lahan milik Pemprov Sulsel, sudah berdasarkan keputusan bersama Forkopimda Sulsel.

Saat itu, warga telah melakukan blokade jalan dengan membakar ban dan memasang beberapa batang kayu di tengah jalan serta didepan pintu masuk lokasi pemakaman.

Melihat hal itu, Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola kemudian memberikan edukasi dan himbauan, agar warga segera membubarkan diri, namun hal itu tidak dihiraukan.

Selanjutnya, anggota melakukan pembubaran lalu menyingkirkan ban dan batang pohon yang ada ditengah serta didepan pintu masuk lokasi pemakaman.

Untuk mengantisipasi aksi lanjutan, selanjutnya Kapolres memerintahkan anggota Polres Gowa untuk melakukan penjagaan, kemudian kembali mendatangkan personil lainnya, namun warga kembali melakukan aksi yang sama.

Demi menjaga Kamtibmas di kabupaten Gowa tetap aman dan kondusif, selanjutnya Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola didampingi Dandim 1409 Gowa memimpin melakukan pembubaran massa.

Sebelum upaya paksa dilakukan, tampak Kapolres Gowa dengan tegas memberi himbaun agar warga segera membubarkan diri, namun hal itu tidak diindahkan.

Melihat hal itu, selanjutnya Kapolres Gowa bersama Dandim 1409, dan sejumlah anggota melakukan upaya paksa membubarkan massa lalu mengamankan seorang provokator serta 4 warga lainnya, kemudian dibawa ke Polres Gowa untuk dimintai keterangan.

“Kami harus melakukan tindakan tegas terhadap warga yang tetap menolak dilakukannya pemakaman, karena Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah milik kita semua dan bagi siapapun yang akan dimakamkan di negara ini memiliki hak yang sama dengan kita,” tegas Kapolres Gowa, AKBP Boy Samola dikonfirmasi.

“Kembali saya himbau kepada seluruh warga Gowa, untuk tidak melakukan aksi penolakan apalagi melakukan perlawanan terhadap petugas saat melaksanakan tugas. Karena saya tidak akan segan-segan melakukan tindakan hukum,” jelas AKBP Boy. (Albar)

Komentar

loading...