Kota Makassar

William Minta Syaban Luruskan Tudingan Kekerasan Wartawan di Makassar

312

Maraknya pemberitaan mengenai seorang wartawan salah satu media online di kota Makassar yang menjadi korban kekerasan didalam sebuah toko, dianulir oleh pihak pengamanan. Bahkan dirinya kini merasa telah jadi korban imbas pemberitaan miringnya.

William, vendor jasa outsoursing keamanan yang digunakan oleh produsen dan distributor aksesoris handphone toko ‘Bintang’ di Kota Makassar angkat bicara.

“Saya sama sekali tidak pernah melakukan apa yang disangkakan kepada saya seperti yang banyak diberitakan. Maka dari itu saya ingin mengklarifikasi berita tersebut kepada beberapa wartawan”, ucap william saat ditemui di kediamannya kepada Sulselta (27/4/2020).

William menuturkan kronologi yang sebenarnya. Pada saat Satpol PP berada di toko dan menghimbau segera di tutup sesuai batasan jam operasional, saat itu Syaban (wartawan) belum ada di lokasi.

“Nanti tim Satpol PP sudah tinggalkan toko dan saya juga sudah pulang kerumah, baru Syaban datang ke toko sambil merekam beberapa aktivitas yang ada.

Jadi nanti setelah saya sampai dirumah, salah satu pegawai toko menelpon untuk memberitahukan bahwa saat itu ada orang yang mengaku wartawan datang mengambil gambar, sementara toko sudah tutup. Makanya saya langsung kembali kesana untuk cek kondisi toko”, jelas William.

Dirinya menjelaskan, Sesampainya di toko, ia langsung menghampiri Syaban, tetapi tetap pada etika. Dimana seorang pengamanan bertanya kepada seseorang untuk memastikan maksud tujuaannya, tetap menghargai profesi wartawan, dan tidak seperti yang diberitakan.

“Adapun pemberitaan yang mengatakan bahwa ada penyekapan, itu juga sama sekali tidak benar. Dan perlu dicatat, bahwa kejadiannya itu bukan didalam toko bintang, melainkan disamping toko bintang”, tunjuk William memperlihatkan rekaman video n cctv yang menjadi pegangannya.

Lanjut William, apa yang marak di beritakan oleh beberapa media soal dirinya yang di laporkan, itu membuat keluarganya syok khususnya kedua anaknya, dan ini menjadi beban psikologis buat kedua anaknya.

“Kalau kita flashback ini persoalan, justru saudara Syaban seharusnya yang berterima kasih karena ulahnya yang sembrono mengambil dokumentasi membuat pemuda warga sekitar yang kumpul di tempat servis tersinggung. Justru sayalah yang menenangkan mereka.

Saya bertanya ke Syaban kenapa masuk tidak permisi sama mereka dan memperkenalkan diri serta memberitahukan maksud dan tujuan ke sini. Saya mengatakan ke Syaban, untung mereka tidak langsung memukul, bisa-bisa dibilang aniaya wartawan. Saat itu kami berdua juga menjelaskan di depan warga yang ada di situ paniang lebar tentang maksud dan tujuannya, dan yang menjadi pertanyaan”, beber William.

Saat selesai berbicara bersama Subhan, William mengatakan warga sempat berteriak, “hapus rekamannya dulu pak baru bisa keluar”. Karena sudah dikerumuni masa William mengatakan memegang pundak kanan Syaban meminta memenuhi permintaan warga.

“Saat itu memang Syaban tidak mendengarkan saya dan akhirnya kami dikepung oleh warga yang ada disitu. Saya berusaha keluar dari kerumunan masa sambil berkata hapusmi andi, janganki kasih malu-malu. Setelah itu saya kembali ke sana dan melihat Syaban sudah mengutak-atik HP nya, namun masa terus berteriak belum di hapus.

Mereka mengambil Syaban dan di bawa masuk untuk di software, tetapi saya berteriak jangan, nanti datanya orang hilang. Saat itu massa meminta buat pernyataan dan minta KTP nya, namun saya mengatakan tidak perlu kan beritanya sudah naik, nanti kalau tidak sesuai kan ada hak jawab dan klarifikasi berita sesuai dalam UU Pers soal pemberitaan yang salah.

Ada hak jawab dan klarifikasi berita itu. Setelah itu, Syaban saya antar keluar sampai di sepeda motornya dan beliau pergi. Selang 30 menit saya mendapat kabar bahwa saya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pengancaman dan penganiayaan wartawan dalam hal ini dengan buming berita di media online, yakni:

— Preman di Toko Bintang Aniaya dan Ancam Bunuh Wartawan, HP Ikut di Rampas dari
gemanews.id dan Pos Makassar
— Anggota TNI Preman Toko Bintang Sekap Aniaya dan Ancam Bunuh Wartawan
lintaslima.com
— ‘Budak’ Peliharaan Toko Bintang Aniaya Wartawan, SEKAT-RI: Penjarakan kabaratta.com

Berita tersebut sama tidak benar. Saya tidak pernah melakukan perbuatan yang di tuduhkan dalam berita ini. Sebagai media dan memiliki wartawan, sebaiknya berimbang. Saya bisa saja keberatan dan meributkan ke dewan pers dan kepolisian, cuman saya masih menghargai, apalagi saat ini Pandemi Corona”, urai William.

Dirinya meminta kepada Syaban untuk meluruskan kembali pemberitaan yang telah menyudutkan dirinya.

Pengacara Hukum:

Terpisah, pengacara Hukum (PH) Willem Pattiwaellapia, Akhirnya Angkat Bicara mengenai pemberitaan media elektronik beberapa hari ini yang menyudutkan klienya.

Saldin Hidayat, SH. yang lebih di kenal dengan sapaan SAHID Bettae ini menjelaskan bahwa pemberitaan yang berkembang beberapa hari ini tidak seimbang dan membuat kliennya merasa di sudutkan.

Perlu diketahui, klien kami pada saat kejadian di panggil datang (melalui telephone) hanya untuk mengamankan keributan yang telah terjadi sebelumnya antara para pihak penyewa tempat servis hp dan laki-laki Syaban yang baru di ketahui belakangan identitasnya sebagai Wartawan.

“Seharusnya, Saudara Syaban berterima kasih karena berkat bantuan klien kami Saudara Sya’ban terhindar dan selamat dari amukan para pekerja servis hp yg merasa keberatan dan terganggu karena telah di rekam secara sembunyi-sembunyi”, tuturnya.

Lanjut SAHID Bettae, seharusnya Saudara Syaban berterima kasih bukan melaporkan atau mengadukan klien kami ke Polrestabes dengan dugaan telah terjadi penganiayaan di sertai pengancaman dan pembunuhan.

“Perlu diketahui sampai saat ini klien kami keberatan atas tuduhan tersebut. Karena tanggung jawab klien kami jelas pihak jasa pengamanan Toko Bintang, bukan Preman Toko Bintang Sebagaimana Pemberitaan Media beberapa hari ini”, tegas pengacara ini. (Albar)

Komentar

loading...