Kabupaten Maros

Nekat! Oknum Kepala Dusun di Sulsel Potong BLT Warganya

145

MAROS — Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Anggaran Dana Desa (ADD) Samangki di Maros mulai disalurkan ke masyarakat.

Anggaran yang seharusnya diperuntukkan untuk membantu masyarakat itu di duga telah disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Dusun Samanggi, Desa Samangki, Kabupaten Maros diduga melakukan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari anggaran Dana Desa (ADD) tersebut.

Untuk diketahui, pemerintah Desa Samangki mengeluarkan dana BLT sebesar Rp.132.600.000 perbulannya untuk 221 kepala keluarga, selama tiga bulan berturut-turut.

Informasi dari Sekertaris Desa Samangki, BLT yang akan tersalur ke 221 kepala keluarga (KK) pada tahap pertama yang ada di desanya dengan nominal Rp.600.000/KK nya, namun fakta di lapangan banyaknya aduan warga yang mendapatkan hanya Rp. 500.000

Salah seorang warga yang tak mau disebut namanya menuturkan kalau kepala dusun yang langsung mendustribusikan bantuan tersebut namun tidak sesuai dengan regulasi yang ada.

“Kepala dusun langsung pak yang antarkan tapi isi amplonya hanya 500rb, dan banyak juga warga yang tidak mampu tidak dapat BLT” ucap warga Desa Samangki penerima BLT.

Evi Nopianti Sekertaris Desa saat dikonfirmasi, Sabtu (9/05/2020) membenarkan adanya warga yang menerima BLT hanya 500rb, dan tidak tahu menahu tujuan dari pemotongan dananya.

“Anggaran 132.600.000 perbulan sebanyak 221 KK yang menerima untuk tahap pertama total anggaran yang dikeluarkan selama 3 bulan Rp.397.800.000 dibagi 3 tahap jadi 132.600.000 per tahap selama 3 bulan yang anggarannya diambil dari Dana Desa tahap satu tahun 2020” ucapnya.

“Iya ada aduan masyarakat soal isi amplop yang hanya 500ribu namun saya tidak tahu menahu soal tujuan pemotongan dana tersebut” tambahnya lagi.

Dito Arsandi Koordinator Divisi Hukum LSM Perak Sulsel sangat menyayangkan oknum pemerintah desa yang masih saja memotong hak masyarakat yang membutuhkan ditengah pandemi Corona, dan akan mengusut tuntas pemotongan BLT yang terjadi di Desa Samangki.

“Kasian warga sudah terdampak wabah covid 19, harusnya dibantu ko malah dipotong haknya. Ini tidak bisa dibiarkan kami akan turun sebagai kontrol sosial mengusutnya tuntas” ucap Dito geram.

Komentar

loading...