Kabupaten Maros

Viral Potong BLT ADD di Desa Samangki Sulsel, Ini Klarifikasinya

184

MAROS — Berita viral dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Samangki Kecamatan Simbang Kabupaten Maros masih hangat diperbincangkan.

Camat Simbang dan Kepala Desa (Kades) Samangki langsung mengundang Media dan LSM yang menyoroti untuk mengklarifikasi dugaan pemotongan BLT tersebut.

Camat Simbang, Bakri B, S.Ip, MM mengatakan, jika ini hanya salah komunikasi saja dari narasumber yang memberikan informasi, Minggu, (10/5/20).

“Kami sudah hadirkan anak menantu narasumber dan Kepala Dusun yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan, tujuannya untuk meluruskan pemberitaan yang kurang enak di dengar di tengah pandemi corona ini,” ujar Bakri.

Menantu narasumberpun mengakui jika dirinyalah yang mengambil uang Rp 100 ribu milik mertuanya selaku penerima BLT Rp 600 ribu.
Sedangkan Kepala Dusun membantah keras jika dirinya memotong anggaran BLT tersebut.

“Walaupun saya miskin, Lillahi Taala tidak sepeserpun saya ambil dari dana yang saya bagikan ke masyarakat Pak,” tutur Kepala Dusun yang turut hadir pada pertemuan tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Samangki Hj. Darwana, S.Pd menyampaikan dirinya siap dikritik oleh siapa saja termasuk dari media atau LSM sebagai kontrol sosial dan pengawasan.

“Kami sangat terbuka jika ada yang ingin mengkritik kinerja Pemdes,” ungkapnya.
Darwana juga mengaku pihaknya, telah turun ke lapangan untuk mengkroscek kebenarannya.

“Jumlah KK penerima BLT-DD Desa Samangki sebanyak 221 KK khusus Dusun Samanggi sebanyak 42 KK. Ada 2 KK katanya cuma terima Rp 500 ribu setelah di konfimasi ke yang bersangkutan dia tidak tahu kalau yang ambil Ro 100 ribu itu menantunya pakai beli kue untuk buka puasa,

KK yang satu juga terima Rp 600 ribu namun dia kasi Rp 100 ribu ke Pak RT yang antarkanki uangnya, ini sudah kita konfimasi kepada yang bersangkutan secara langsung,” bebernya.

Di tempat yang sama, Wakil Koordinator Divisi Pengaduan dan Kebijakan Publik LSM PERAK Sulawesi Selatan, Hendra Nanrang mengatakan, sangat mengapresiasi undangan pertemuan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi undangan pertemuan ini sebagai wadah silaturrahmi untuk meluruskan temuan tersebut,” terang Hendra.
Namun, pihaknya tetap mengkritik jangan sampai ada warga lain sebagai penerima yang juga mendapatkan pemotongan anggaran.

“Semoga ini jadi pembelajaran dan memang hanya salah komunikasi memberikan keterangan, namun jangan sampai hasil investigasi kami di lapangan kedepannya menemukan bukti baru lagi,” pungkasnya.

Diketahui, Pemerintah Desa Samangki yang akan mengeluarkan dana BLT sebesar Rp.132.600.000/bulannya, selama tiga bulan berturut-turut.

BLT tersebut akan disalurkan ke 221 kepala keluarga (KK) pada tahap pertama yang ada di desanya dengan nominal Rp.600.000/KK nya.

Jadi total anggaran yang dikeluarkan selama 3 bulan Rp.397.800.000 dibagi 3 tahap jadi 132.600.000 per tahap selama 3 bulan yang anggarannya diambil dari Dana Desa tahap satu tahun 2020.

Dimana sebelumnya, diduga ada warga penerima BLT yang dipotong anggarannya sebesar Rp 100 ribu dari jumlah Rp 600 ribu yang harus diterima.

Komentar

loading...