Kabupaten Pangkep

Kapolres Pangkep Proses Kasus Perundungan Anak, Gubernur Angkat Bicara

177

MAKASSAR — Kapolres Pangkep, telah mengambil langkah cepat dalam menangani kasus Perundungan, penganiayaan atau pembullyian yang menimpa sebut saja Udin (alias).

Kapolres Pangkep mengungkap bahwa korban perundungan adalah seorang anak Penjual Jalangkote yang terjadi di Lapangan Bonto-bonto Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep.

Kapolres Pangkep mengungkap, peristiwa perundungan anak atau bully yang viral di Media Sosial telah menyita perhatian masyarakat luas.

Dalam Releasnya, Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji mengatakan, jumlah pelaku penganiayan dan pembullyan yang telah diamankan sebanyak 8 orang dan sedang dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut, para pelaku menjalani pemeriksaan intensif di Polres Pangkep.

Hal ini menarik perhatian gubernur Sulawesi Selatan. Dalam akunnya, Nurdin Abdullah menyesalkan tindakan kelompok pemuda yang tega melakukan perbuatan tersebut.

Berikut petikan pernyataan gubernur sulsel. “Menyikapi perundungan (bullying) yang dialami anak kita Rizal oleh sekelompok anak muda di Pangkep dan viral di tanah air, saya tentu prihatin dan sangat menyesalkan kejadian tersebut, terlebih peristiwa tersebut dialami Rizal saat membantu orang tuanya mencari nafkah

Saat ini para pelaku perundungan telah diamankan di Polres Pangkep, saya berharap mereka ini diproses hukum sesuai Undang-undang yang berlaku.

Korban perundungan atau bullying akan berdampak pada psikologi dan mental seseorang, ini tentu tidak baik buat perkembangan seorang anak, olehnya saya mengajak kita semua untuk STOP BULLYING, mari mendidik anak kita untuk tidak melakukan perundungan kepada siapapun, dengan cara apapun”, dalam akun media sosialnya (18/5/2020).

Dijelaskan Kapolres Pangkep, kondisi korban sudah sehat, setelah ke Rumah Sakit Untuk dilakukan pengecekan kondisi kesehatan, sekaligus untuk melakukan visum terkait adanya kekerasan yang dialami.

“Namun semalam pemeriksaan korban belum rampung kami lakukan, melihat kondisi korban yang sudah tidak memungkinkan melanjutkan pengambilan keterangan dan rencana pagi ini akan dilakukan pemeriksaan lanjutan,” jelas Kapolres.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo juga menegaskan, saat ini dilakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mencari adanya pelaku-pelaku lain yang terlibat dalam penganiayaan dan pembullyan ini.

“Percayalah Polisi melakukan penanganan kasus ini secara profesional dan transparan, setiap orang mempunyai hak yang sama tanpa ada diskriminasi, terlebih lagi korban tersebut adalah anak dibawah umur yang bisa di katakan penyandang disabilitas mestinya kita yang harus melindungi bukan malah sebaliknya kita yang melakukan perbuatan yang tidak pantas dan tidak manusiawi n,” ungkap Kabid Humas.

Dijelaskanyaa, Pasal yang dikenakan untuk pelaku yang terlibat Penganiayaan yaitu Pasal 80 UU Perlindungan Anak JO Pasal 351 KUHP, sedangkan untuk pelaku lain yang perannya: merekam, menyebarkan, membiarkan atau membantu melakukan dikenakan Pasal 76 c UU Perlindungan Anak.

Kabid Humas menambahkan, aparat kepolisian saat ini melakukan pendekatan kepada pihak keluarga agar tidak melakukan tindakan yang sekiranya menimbulkan akibat hukum, selain itu juga dilakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat.

“Ya , Saya Himbau kepada masyarakat Pangkep terutama Masyarakat Kecamatan Ma’rang untuk tidak mempolitisir kejadian ini sehingga menyulut pihak-pihak tertentu untuk melakukan upaya balas dendam,” tutur Kabid Humas.

“Harapan saya, masyarakat agar bisa menahan diri termasuk dalam penggunaan media sosial agar lebih bijaksana, dan gunakan sosmed untuk hal-hal yang positif, apalagi dengan situasi pandemi seperti ini dan juga sementara melaksanakan ibadah puasa , mari sama-sama melaksanakan program pemerintah dengan maksud untuk mempercepat penanganan virus corona,” pungkas Kabid Humas Polda Sulsel.

Komentar

loading...