Kabupaten Bantaeng

Hujan Deras Kirim Banjir Bandang di Bantaeng dan Jeneponto 

399

BANTAENG — Hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga malam ini di kabupaten Bantaeng dan kabupaten Jeneponto terdampak banjir, Jumat (12/06/2020) malam.

Di kabupaten Bantaeng, banjir bandang di sejumlah wilayah di daerah tersebut mencapai 1 meter lebih.

Hujan deras yang terjadi sejak siang hari menerjang Desa Bonto Cinde, Kelurahan Mallilingi, Kelurahan Letta, Kelurahan Bonto Sunggu, Kampung Kayangan, Jalan Lingkar, Jalan Mangga, Jalan Manggis, Sasayya, Lorong Sunyi dan beberapa wilayah lainnya.

Hingga pukul 20.31 Wita, banjir dibeberapa titik di kabupaten Bantaeng belum juga surut, sementara ratusan rumah masih terendam.

Sejumlah ruas jalan mulai dipenuhi air, terlebih di daerah yang terbilang berada di dataran rendah. Kabarnya bendungan air cekdam Balang Sikuyu kini sudah full.

Sejumlah aliran air nyaris naik ke jembatan di beberapa lokasi. Seperti yang terjadi di Jembatan Bissampole, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Air naik sampai setinggi lima meter.

Di kabarkan pula banyak warga yang terjebak seperti di Jalan TA Gani, Kampung Be’lang, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng.

Sementara di Jeneponto, Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, dilaporkan banjir.

Akibatnya, jalan poros di desa tersebut tak dapat dilalui. Bahkan, puluhan rumah warga di desa tersebut, terendam banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, banjir bandang juga menyebabkan Jalan Trans Sulawesi penghubung Gowa, Jeneponto, dan Bantaeng tidak bisa dilalui.

Informasi warga menuturkan, jalur alternatif penghubung Kabupaten Gowa, Jeneponto dan Bantaeng saat ini tak bisa dilalui,” kata Naswardana, warga Rumbia.

Hingga saat ini warga memilih mengungsi ke lokasi aman dan menunggu hujan reda.

Komentar

loading...