Kota Makassar

Tes Swab PCR Mahal, Bayi di Makassar Meninggal di Kandungan

254

MAKASSAR — Tes Swab PCR bagi perempuan yang hendak bersalin (melahirkan anak), kembali memakan korban.

Kali ini korban kewajiban Tes Swab PCR adalah Ervina Yana, pasca penolakan persalinan di rumah sakit Stella Marris, Kota Makassar (16/06/2020).

Dari keterangan yang diterima, Ervina ditolak bersalin karena tak mampu membayar biaya tes Swab (PCR).

Pihak rumah sakit beralasan, Ervina baru bisa dilayani kalau sudah menjalani tes Swab yang biayanya mencapai Rp 2,3 juta.

Karena tak dilayani, Ervina kemudian ke Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, berharap rumah sakit milik pemerintah itu berbaik hati menolong.

Namun, rumah sakit plat merah itu pun rupanya setali tiga uang dengan RS Stella Marris.

Karena berlarut-larut tak dilayani, bayi dalam kandungan Ervina tak lagi bergerak.

Buah hatinya berhenti menendang perutnya. Ervina mulai panik dan sedih, namun dia tetap berusaha berpikiran positif.

Setelah mondar-mandir ke sana kemari, akhirnya ada juga rumah sakit yang menerimanya bersalin dengan biaya tes Swab yang lebih murah, yakni Rp 600 ribu.

Rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda.

Sayangnya, saat dideteksi dengan alat persalinan, bayi Ervina sudah tak lagi bernyawa di dalam rahimnya.

Ervina pun sangat sedih dengan kenyataan pahit itu.

Seandainya kebijakan pemerintah yang disebutkan di awal artikel ini tidak ada, dia bisa langsung dilayani dan bayinya akan lahir dengan selamat.

Masalah yang ditanggungnya pun belum selesai sampai di situ.

Pihak RSIA Ananda tidak berkenan mengeluarkan bayi dalam rahimnya yang sudah tak bernyawa, dengan alasan menunggu hasil tes Swab yang baru akan keluar lima hari ke depan.

Komentar

loading...