SASKIA Bantaeng Sukses Meraih Penghargaan Indonesia Award 2020

133
SASKIA = Satu Bendera Satu Sasaran Kesehatan Ibu dan Anak. Inovasi Layanan Kesehatan Kepala Puskesmas Sinoa Bantaeng.

Bantaeng – Sulawesi Selatan. Setelah menerima penghargaan Indonesia Awards 2020 “Inovasi Layanan Publik Di Bidang Kesehatan Ibu Dan Anak” pada hari Rabu 07 Oktober 2020 di Jakarta. Hari ini Jumat 16 Oktober 2020, IndeksNews.sulsel bertandang ke Kantor Dinas Kesehatan Bantaeng dan mengadakan wawancara ekslusif bersama Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng, dr. Andi Ihsan M.Kes yang didampingi Kepala Puskesmas Sinoa H. Iwan Setiawan SKM. M.Kes.

SASKIA Bantaeng Sukses Meraih Penghargaan Indonesia Award 2020 1

Assalam dan selamat pagi buat Bapak Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng dan Bapak Kepala Puskesmas Sinoa Bantaeng.

Sebelumnya, IndeksNews.sulsel mengucapkan Selamat atas penghargaan yang telah di raih oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng ditingkat nasional dalam program Indonesia Awards 2020 tentang inovasi layanan publik kesehatan ibu dan anak. Yang lebih dikenal dengan nama Layanan SASKIA.

Dan inilah hasil Wawancara Ekslusif IndeksNews.sulsel bersama Inovator Dan Mentor “Inovasi Layanan Publik Bidang Kesehatan Ibu Dan Anak” Program Layanan SASKIA Peraih Penghargaan Indonesia Award 2020 :

+ Apa yang di maksud dengan inovasi layanan publik di bidang kesehatan ibu dan anak ini ?
=
Inovasi layanan publik di bidang kesehatan ibu dan anak ini adalah program kami di Puskesmas Sinoa untuk mendata warga di Kecamatan Sinoa, terkhusus buat ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita.
Inovasi layanan kesehatan ini adalah sebuah program dalam melayani warga yang berdomisili di Kecamatan Sinoa. Program ini kami khususkan pada ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita.

+ Layanan kesehatan ibu dan anak ini muncul pertama kali sejak kapan dan siapa yang menggagasnya ?
=
Muncul pertama kalinya pada tahun 2017 di salah satu ruangan di puskesmas sinoa. Ini adalah hasil rapat kecil dengan beberapa staf di pusekesmas. Dan dari rapat kecil itulah akhirnya muncul sebuah ide dalam bentuk pelayanan kesehatan ibu dan anak ini.

BACA JUGA  Sat Narkoba Polres Bantaeng "Menangkap" 2 orang penjual obat Daftar G tanpa izin

+ Bagaimana bentuk sistem kerja layanan ini ?
=
Cara kerja sistem layanan ini adalah petugas kami mendatangi rumah-rumah penduduk di wilayah Kecamatan Sinoa. Petugas kami mendata jumlah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Jika ditemukan ada ibu hamil dan atau ibu memiliki balita, maka petugas kami menggunakan bendera warna warni sebagai penanda sesuai kondisi ibu itu dan petugas pendata memasang bendera kecil di pagar rumah warga tersebut.

Warna penanda itu ada bermacam macam sesuai dengan kondisi ibu hamil atau ibu yang memiliki balita yang ada didalam rumah tersebut.

> Bendera hijau sebagai penanda didalam rumah itu ada ibu hamil dengan usia kandungan 1-3 bulan.

> Bendera biru sebagai penanda didalam rumah itu ada ibu hamil dengan usia kandungan 4-6 bulan.

> Bendera pink sebagai penanda didalam rumah itu ada ibu hamil dengan usia kandungan 7-9 bulan.

> Bendera merah sebagai penanda didalam rumah itu ada ibu hamil beresiko tinggi atau ibu hamil mengalami gangguan kesehatan.

> Bendera ungu sebagai penanda didalam rumah itu terdapat balita dengan status gizi kurang.

> Bendera kuning sebagai penanda sasaran imunisasi yang tidak datang ke posyandu pada bulan itu.

SASKIA Bantaeng Sukses Meraih Penghargaan Indonesia Award 2020 2
Bendera penanda layanan SASKIA

+ Bagaimana sistem kerja layanan kesehatan ini ?
=
Sistem kerja yang petugas kami terapkan saat ini adalah pelayanan kesehatan door to door (pintu ke pintu). Karena saat ini masih pandemi covid, jadi untuk kegiatan posyandu kami batasi dulu.
Untuk proses Imunisasi kepada bayi ini, petugas kami tinggal mendatangi rumah warga yang terdapat bendera kuning di pagarnya.

+ Apa manfaat dari layanan publik ini ?
=
Efisiensi waktu kerja dan program layanan kesehatan ini tepat sasaran.

BACA JUGA  Sat Narkoba Polres Bantaeng "Menangkap" 2 orang penjual obat Daftar G tanpa izin

+ Berapa persen tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak ini dalam wilayah Kecamatan Sinoa ?
=
Alhamdulillah dari semua pasien yang pernah kami layani sampai saat ini, semuanya mengatakan bahwa program layanan kesehatan ini sangat luar biasa bermanfaat dan sangat berguna.

+ Dalam lingkup Kecamatan Sinoa, berapa persentase angka perbandingan sebelum dan sesudah program layanan ini diterapkan ?
=
Sebelum ada program layanan kesehatan ini, hanya 13.8% ibu hamil di wilayah Kecamatan Sinoa yang mengunjungi puskesmas kami untuk proses persalinan. Yang 86,2% itu mereka menggunakan cara tradisional memakai jasa dukun beranak untuk proses persalinan.
Setelah adanya program layanan kesehatan ini, 100% ibu hamil yang siap melahirkan itu ditangani langsung oleh tim medis puskesmas.

+ Apa harapan KaDis Kesehatan Bantaeng kepada semua Kepala Puskesmas yang ada di Bantaeng setelah salah satu Kepala Puskesmas berhasil membuat inovasi ini ?
=
Berharap kepada semua Kepala Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantaeng ini agar bisa menciptakan program layanan kesehatan yang bisa diterapkan pada masing masing wilayah.

“Untuk tahun 2020 ini sudah ada 5 Puskesmas di Bantaeng yang mereplikasi layanan kesehatan SASKIA ini. Selanjutnya untuk tahun 2021 nanti akan di kembangkan aplikasi E-SASKIA yang akan kami terapkan kepada semua Puskesmas yang ada di Bantaeng ini” ujar KaDis Kesehatan Bantaeng kepada IndeksNews (16/10/2020) di ruang kerjanya.

“Terima Kasih kepada MNC dan Bapak Hari Tanoe, atas penghargaan yang diberikan untuk Kabupaten Bantaeng di Indonesia Awards 2020. Ini adalah salah satu pencapaian luar biasa atas inovasi layanan publik bidang kesehatan yang berhasil kami raih di level nasional” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr. Andi Ihsan M.Kes didampingi Kepala Puskesmas Kecamatan Sinoa H. Iwan Setiawan, menutup seluruh sesi wawancara kami.

SASKIA Bantaeng Sukses Meraih Penghargaan Indonesia Award 2020 3
KaDis Kesehatan Bantaeng + Bupati Bantaeng + Kepala Puskesmas Sinoa Bantaeng

IndeksNews.sulsel
Izzack Iskandar

Komentar

loading...